Rabu, 20 Juni 2018

Abaikan Waktu


Aku benci jam tangan.

Mengapa aku benci?

Dengan jam tangan itu, kita nggak bisa fokus mengerjakan sesuatu. Lagi ngaji, ngelihat jam tangan jadi males. Lagi baca buku, lihat jam tangan jadi males. Terutama pas lagi puasa ngelihat jam tangan, laper.

Itulah mengapa aku tak menggunakan jam tangan.

Kalau bisa sih, semua jam yang ada di dunia ini musnah. Entah itu jam dinding, jam HP, jam laptop. Aku tak mau melihatnya lagi.

Terus gimana caranya menentukan akhir suatu kegiatan?

Ingat pas puasa kemarin kan?

Nah, pas puasa kemarin kan, kita berpatokan pada adzan Maghrib tuh. Nah, adzan Maghrib itu bisa juga kita sebut sebagai deadline. Daripada kita mencemaskan setiap detik berlalu sedangkan kita harus menahan lapar, biarkanlah deadline yang bekerja. Kita nggak perlu terlalu ngoyo pada kehidupan kita. Sudah ada sistem. Biarkanlah sistem itu bekerja untuk kita.

Ternyata keren juga ya hikmah nunggu takjil.

Kita nggak perlu terus-terusan melihat jam, biarkan alarm yang bekerja. Kita nggak perlu terus-terusan memendam emosi negatif kita, biarkan pena dan kertas yang bekerja. Kita nggak perlu capek-capek "menunggu" seseorang, biarkan buku bacaan yang bekerja.

Hidup ini simpel banget bro. Nggak perlu kita mencemaskan segala sesuatunya. Semua sudah diatur oleh sistem.


Sumber Gambar:

https://kidnotorious.deviantart.com/art/marker-Joe-Cool-88942874

https://lostknightkg.deviantart.com/art/Traveller-in-Time-II-518933542

Tidak ada komentar:

Posting Komentar