Jumat, 25 Mei 2018

Terkadang Kita Terlalu Percaya Pada Ilusi yang Kita Buat Sendiri

 Suatu hari, aku terketuk dengan perkataan Ustadz Felix Siauw di salah satu ceramahnya. Kurang lebih dialognya seperti ini:

Ada seorang wanita yang ingin masuk Islam.

Ustadz Felix Siauw mengatakan kepada wanita tersebut untuk masuk Islam terlebih dahulu.

Wanita itu mengatakan bahwa nantinya takut mamanya akan seperti ini, bapaknya akan seperti ini, dan lain-lain.

Lalu, Ustadz Felix Siauw pun mengatakan bahwa itu semua mungkin saja tidak terjadi. Contohnya seperti ketika mama mengatakan seperti ini, "Aku akan bunuh diri kalau kamu nggak kembali ke agama asalmu!" Maka, percayalah bahwa mama nggak akan melakukan itu. Lantas mengapa mengatakan seperti itu? Tentu saja karena terbawa emosi. Yang namanya orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak mereka walaupun terkadang yang terbaik itu belum tentu yang benar.

Lalu, Ustadz Felix Siauw pun mengatakan kepada  wanita itu untuk masuk Islam terlebih dahulu. Soal mamanya yang belum menerimanya dengan agama barunya, maka minta tolonglah kepada Allah subhanahu wa taala.

Kawan, terkadang apa yang menurut kita baik, belum tentu yang benar. Dan apa yang menurut kita nggak baik, belum tentu yang salah. Karena manusia adalah makhluk yang irasional, dia bertindak berdasarkan emosi, bukan logika. Itulah sebabnya mengapa kita seringkali merasa malas dan futur, enggan melakukan apapun.

Namun, tentu saja hal itu bisa dilatih. Cobalah untuk mendahulukan logika daripada emosi ketika kita dihadapkan pada situasi yang membenturkan antara logika dan emosi. Kita malas, tapi kita harus melakukan sesuatu. Maka, lakukan sajalah. Insya Allah, emosi akan menurut saja jika kita mulai melakukannya.

Gangguan kepribadian adalah ilusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Klik untuk memulai chat