Selasa, 29 Mei 2018

Pentingnya Membentuk Myelin


Setiap kali habis membaca buku, pasti ada aja kesan yang ditimbulkan. Salah satunya adalah setelah membaca buku berjudul Myelin yang ditulis oleh Prof. Renald Kasali, Ph.D.

Di buku itu, beliau menjelaskan betapa pentingnya latihan-latihan disiplin sehingga akan mempertebal myelin yang membungkus sel-sel saraf kita.

Nah, ketika myelin tebal, maka kitapun tidak akan kesulitan menjalankan aktivitas-aktivitas yang sebelumnya terasa sangat sulit.

Contoh gampangnya adalah bersepeda. Pas di awal-awal kan kita susah tuh bersepeda. Namun, lama kelamaan, semakin mudah kita bersepeda karena semakin sering ktia latih.

Mengapa kita jadi semangat banget buat latihan bersepeda ketika masih kecil? Tentu saja, kita ngelihat teman-teman kita jago main sepeda, terus kita kepengen juga. Akhirnya menjerit-jerit minta ke mama buat dibeliin sepeda dan biasanya dijawab mama dengan:
  • "Nanti kalau papa kamu gajian."
  • "Nanti kalau naik kelas."
  • "Ranking 1 dulu baru nanti mama belikan."
  • "Baru puasa 5 hari sudah minta sepeda. Nanti kalau puasanya full, baru mama kasih duit buat nanti ke toko sepeda."
Akhirnya, selain membentuk myelin buat jago main sepeda, kita pun juga membentuk myelin sesuai dengan tuntutan orangtua supaya kita dapat sepeda:
  • Berusaha supaya naik kelas.
  • Berusaha supaya ranking 1.
  • Berusaha supaya puasanya full sebulan.
Di buku itu juga diceritakan bagaimana orang-orang di seluruh dunia membentuk myelinnya:
  • Di China, anak-anak kecil berumur 6 tahun sudah mulai dilatih kelenturan tubuhnya untuk nantinya ketika dewasa bisa membawa medali emas buat negaranya.
  • Di Brasil, semua orang tiap hari bermain sepak bola, di manapun, kapanpun, dan bola dalam benuk apapun. Kecintaan mereka terhadap sepak bola membuat mereka terus berlatih setiap hari sehingga nantinya dari mereka-merekalah lahir Ronaldinho-Ronaldinho baru.
  • Prinsip 5R Wika yang disiplinkan setiap hari membuat mata internasional memberikan applause pada kinerja mereka. Ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin ditanamkan dan dilatihkan setiap hari kepada karyawannya. Ringkas berarti hanya membawa barang-barang yang penting, yang nggak penting ditinggalkan atau dibuang; rapi berarti teratur, terstruktur, terorganisir, dan estetis; resik berarti tidak meninggalkan jejak apapun setelah bekerja, juga bermakna evaluasi setiap hari; rawat berarti senantiasa melakukan quality control atas setiap peralatan yang dimiliki; dan rajin berarti disiplin dan tepat waktu.
Tanpa kita sadari, sebenarnya kita senantiasa membentuk myelin kita dengan kegiatan-kegiatan yang selalu kita ulang, baik itu positif maupun negatif. Contohnya adalah:
  • Selalu bangun pagi.
  • Membuka toko pagi-pagi sekali.
  • Evaluasi setiap malam sehingga ketika tidur, semua pekerjaan telah tuntas.
  • Refleks membuka HP saat ada notifikasi baru.
  • Selalu menyapa orang lain dengan senyuman.
  • Refleks merapikan dan membersihkan saat ada yang berantakan di hadapannya.
  • Membaca buku di saat bosan.
  • Bergegas ke masjid saat adzan.
  • Selalu menyetrika pakaian sebelum mengenakannya.
Ada banyak hal kebiasaan kita, baik positif maupun negatif. Saat negatif, maka kita bisa mengubahnya dengan membentuk kebiasaan baru untuk menggantikannya. Misalnya saja di saat bosan, bermain HP, maka kita bisa mengubahnya dengan membaca buku. Mungkin terasa susah di awal, namun kita harus memaksanya. Bagaimana mungkin kita bisa berubah kalau kita tidak memaksa diri untuk berubah?
إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغير ما بأنفسهم

Sesungguhnya Allah nggak akan mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri.
Kalau terasa susah mengubah atau menghentikan perilaku?

Cobalah banyak-banyak membaca buku-buku motivasi untuk menumbuhkan pikiran positif dan optimisme di dalam dirimu. Contohnya aja buku-buku Merry Riana; 27 Jurus Pengubah Hidup (kalau nggak salah itu judulnya) oleh Samsul Arifin, CEO Syariah Business Coach; 54 Catatan Pengubah Nasib; buku-buku Pro U Media; buku-buku Ustadz Salim A Fillah; buku-buku Ustadz Felix Siauw; dan masih banyak lagi buku-buku lainnya yang dapat menjadi pemantik buatmu berubah.

Biasanya sih buku-buku bagus gitu nggak ada yang di bawah 100 ribu sih. Tapi untungnya, di dekat rumah ada Gramedia "dadakan" yang harga bukunya 10 ribu semua. Hehehe.

Jadi lok, terkadang nih, saat kita membiasakan diri untuk tidak melakukan kebiasaan negatif kita atau membiasakan diri untuk berbuat baik, ada aja pikiran negatif yang muncul, berbentuk pengingkaran dan kekhawatiran. Kalau katanya Pak Samsul Arifin, CEO Syariah Business Coach, itu tuh little voices (suara-suara kecil) dari setan yang menghambat kesuksesan kita. Nah, di bukunya itu ada 27 cara untuk menangkal little voices tersebut. Kadang, cara-caranya kayak konyol gitu eh. Ada menutup telinga lah, menjawab bisikan itu lah, menertawainya lah. Konyol.
قل أعوذ برب الناس؛ ملك الناس؛ إله الناس؛ من شر الوسواس الخناس؛ الذي يوسوس في صدور الناس؛ من الجنة والناس


Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, rajanya manusia, Ilah-nya manusia, dari keburukan bisikan khannats, yang berbisik di dada manusia, dari jin dan manusia.

فإن مع العسر يسرا؛ إن مع العسر يسرا


Maka sesungguhnya bersama kesulitan (tertentu) ada kemudahan (tak tertentu). Sesungguhnya bersama kesulitan (tertentu) ada kemudahan (tak tertentu).

4 komentar:

  1. myelin negatif,, antara panggilan solat dan panggilan bos,, mendahulukan panggilan bos,, hiks,, sedih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Kak kita latih bareng :)

      Hapus

Klik untuk memulai chat