Thursday, 24 May 2018

Terkadang Kita Terlalu Percaya Pada Ilusi yang Kita Buat Sendiri

May 24, 2018 0
 Suatu hari, aku terketuk dengan perkataan Ustadz Felix Siauw di salah satu ceramahnya. Kurang lebih dialognya seperti ini:

Ada seorang wanita yang ingin masuk Islam.

Ustadz Felix Siauw mengatakan kepada wanita tersebut untuk masuk Islam terlebih dahulu.

Wanita itu mengatakan bahwa nantinya takut mamanya akan seperti ini, bapaknya akan seperti ini, dan lain-lain.

Lalu, Ustadz Felix Siauw pun mengatakan bahwa itu semua mungkin saja tidak terjadi. Contohnya seperti ketika mama mengatakan seperti ini, "Aku akan bunuh diri kalau kamu nggak kembali ke agama asalmu!" Maka, percayalah bahwa mama nggak akan melakukan itu. Lantas mengapa mengatakan seperti itu? Tentu saja karena terbawa emosi. Yang namanya orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak mereka walaupun terkadang yang terbaik itu belum tentu yang benar.

Lalu, Ustadz Felix Siauw pun mengatakan kepada  wanita itu untuk masuk Islam terlebih dahulu. Soal mamanya yang belum menerimanya dengan agama barunya, maka minta tolonglah kepada Allah subhanahu wa taala.

Kawan, terkadang apa yang menurut kita baik, belum tentu yang benar. Dan apa yang menurut kita nggak baik, belum tentu yang salah. Karena manusia adalah makhluk yang irasional, dia bertindak berdasarkan emosi, bukan logika. Itulah sebabnya mengapa kita seringkali merasa malas dan futur, enggan melakukan apapun.

Namun, tentu saja hal itu bisa dilatih. Cobalah untuk mendahulukan logika daripada emosi ketika kita dihadapkan pada situasi yang membenturkan antara logika dan emosi. Kita malas, tapi kita harus melakukan sesuatu. Maka, lakukan sajalah. Insya Allah, emosi akan menurut saja jika kita mulai melakukannya.

Gangguan kepribadian adalah ilusi.

Sunday, 20 May 2018

Biarpun Puasa, Semangat Jangan Kendor Dong

May 20, 2018 0


Biarpun dalam kondisi puasa, semangat jangan kendor. Kita harus terus berbuat baik, kita harus terus menghiasi dunia ini dengan berbagai karya kita. Apapun kondisi kita saat ini. Bahkan, jika kita tidak mampu membuat karya dengan berdiri, kita bisa melakukannya dengan duduk. Kalau tidak mampu, bisa kita lakukan sambil berbaring.
Tidak ada waktu untuk bermalas-malasan.

Malas itu hanya ilusi

Atasi Malasmu dengan Menggunakan Teori Learning by Connection

May 20, 2018 0


Ada banyak teori di bidang psikologi pendidikan. Ada teori Pavlov, Skinner, Sosial Learning, Experiental Learning, dan banyak teori lainnya yang dapat membantu kita untuk belajar dengan lebih baik.

Namun, dari salah satu teori tersebut, kurasa ada sebagian dari teori learning by connection yang dapat membantu kita mengatasi rasa malas.

Secara garis besar, teori learning by connection dibangun atas tiga pilar:
  1. Law of readiness
  2. Law of excercise
  3. Law of reward
Yang pertama adalah hukum kesiapan, lalu hukum latihan, lalu hukum imbalan.

Dalam hukum kesiapan, setiap orang dapat mempelajari sesuatu dengan lebih baik apabila telah siap menerima materi baru. Hukum latihan menyebutkan bahwa seseorang dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik jika banyak latihan. Kalau hukum imbalan, mengatakan bahwa seseorang dapat diperkuat perilakunya dengan hadiah dan dihilangkan perilakunya dengan hukuman.

Menurutku, yang dapat menghilangkan rasa malas yang mungkin efektif untuk dilakukan dalam kondisi dan situasi apapun adalah hukum kesiapan.

Kalau di hukum kesiapan kan, apabila seseorang sudah siap menerima materi pelajaran baru, maka dia dapat mempelajarinya dengan lebih baik. Maka, jika kita ingin melakukan sesuatu padahal kita lagi malas, maka cara yang lebih baik adalah dengan kita mempersiapkan diri.

Seperti apa mempersiapkan dirinya?

Biasanya kan malas itu ada di saat kita tidak melakukan apa-apa. Nah, supaya kita bisa bergerak, maka kita harus melakukan sesuatu supaya terlepas dari kondisi tidak melakukan apa-apa. Mulailah dari melakukan sesuatu yang ringan seperti membaca Quran atau membaca buku. Nah, dari situ, bisa saja kita akan mendapatkan ide untuk melakukan sesuatu yang harusnya kita lakukan. Gampang kan?

Aku jadi teringat dengan salah seorang temanku di SMA dulu. Dia itu kakak kelas sih. Nah, katanya lah, dia itu kalau nggak memulai harinya dengan olahraga, rasanya itu seperti malas melakukan apapun. Karena memang hobinya itu berolahraga.

Nah, ayo dong, nggak ada alasan lagi buat malas-malasan kan?
Setiap massa akan selalu diam atau akan selalu bergerak jika tidak ada gaya yang menggerakkannya (Postulat Newton I).

Saturday, 19 May 2018

Yey, Akhirnya Blogging Lagi

May 19, 2018 0


Yey, Akhirnya Blogging Lagi

Wow, udah berapa lama ya aku nggak blogging? Nggak tau deh, pokoknya lama banget. Dulu kan situs ini (yang muhammadzaini.com) isinya blogging habis itu kuhapus semua isinya (tak backup maksudku) terus kan jadi bersih tuh, terus tak isi blog lagi, habis itu dihapus lagi, terus diisi, terus dihapus lagi. Begitu seterusnya.

Mumet cah.

Akhirnya tadi kepikiran deh, “Bisa nggak ya, kira-kira buat subdomain baru?”
Terus, aku tanya tuh ke adminnya Idwebhost, tempat aku langganan domain: “Mbak, mbak, bisa nggak kira-kira aku buat blog.muhammadzaini.com bersamaan dengan muhammadzaini.com yang juga jalan?”

Bisa jarnya.

Maka, aku pun mengikuti tutorial yang diberikan oleh mbaknya. Eh, bisa. Akhirnya jadi deh, blog ini, blog.muhammadzaini.com, berjalan bersama dengan muhammadzaini.com.

Awalnya mah takut, siapa tau blog.muhammadzaini.com jalan sedangkan muhammadzaini.com nggak jalan.

Takut juga siapa tau nambah biaya lagi.

Eh, ternyata nggak. Bisa aja eh ternyata.

Terus blog ini mau diisi apa ya?

Apa aja sih. Semuanya mau kumasukkan ke sini. Hehehee… Kan bebas tuh mau diisi apa, namanya juga blog sendiri.

Tapi ya, pastinya, akan diisi dengan berbagai macam konten yang bermanfaat. Kan, percuma aja tuh kita habisin banyak waktu di depan internet dengan membaca berbagai hal yang nggak bermanfaat. Rugi kuotanya. Iya, nggak?

So, buat kamu yang baru mampir ke sini atau yang sudah biasa ke sini, jangan lupa mampir-mampir ke sini lagi ya, soalnya akan ada konten-konten bermanfaat yang membuat kehidupanmu menjadi lebih baik. Amin.

Daaa.

Thursday, 21 January 2016

Satu Detik Itu Berharga Sekali

January 21, 2016 2

Mari kita tanyakan pada orang yang menghadapi sakaratul maut, akankah ia pengen hidup sebentar walaupun itu hanya satu detik?
Terkadang kita begitu meremehkan waktu. Dia ibarat air yang mengalir di pandangan kita, nggak ada faedahnya gitu. Sehingga, waktu yang telah berlalu, biarlah berlalu. Waktu yang hampa, dibiarkan 'membusuk'. Lalu, mengapa kita tidak segera bertindak mengisi kekosongan itu?

Ketika kita berbicara tentang waktu, maka kita berbicara tentang efektifitas. Jangan sampai ada kekosongan dalam hari-harimu! Isilah segalanya dengan hal yang bermanfaat. Bukankah kita belum nyapu-nyapu rumah? Bukankah kita belum ngerapiin-ngerapiin buku? Bukankah kita belum menulis untuk bahan blogging esok hari? Bukankah kita belum membaca buku? Bukankah kita belum membaca Al Quran?
Lalu, mengapa masih ada istilah 'wasting time' bagi kita?
Tidakkah cukup waktu tidur sebagai waktu istirahat bagi kita?
Apakah kita ingin terus mengalami degradasi ketika bangsa-bangsa lain maju?
Apakah kita ingin terus 'terjajah'?
Di manakah posisi kita ketika kawan-kawan kita di benua yang berbeda sudah bangun pagi-pagi sekali, berkarya, lalu membuat perubahan bagi negeri?
Benarkah kita ingin menjadi lebih baik?

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

Wednesday, 20 January 2016

Semua tentang Kualitas

January 20, 2016 2

 Dari 24 jam yang ada, berapa persen yang kita gunakan?
Dari sekian panca indra yang dianugrahkan oleh Allah, sudah berapa persennya kita manfaatkan?
Dari sekian banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya, betapa banyakkah yang kita keluhkan?
وأما بنعمة ربك فحدث
Dan adapun tentang nikmat-nikmat Tuhan-Mu, bicarakanlah.
Kita terlalu banyak melakukan penyia-nyiaan dalam kehidupan kita.
Kita terlalu banyak bersenda gurau.
إنما الحياة الدنيا لعب ولهو وتفاخر بينهم وتكاثر في الأموال والأولاد
Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda-gurau, saling berbangga-banggaan di antara kalian, dan saling mengumpulkan harta dan anak (keturunan).
Saking tak fokusnya kita, saking tak ada perhatian dari kita bagi kehidupan ini, nilai dari sebuah kualitas lenyap dari diri kita. Ketika kita mengerjakan sesuatu, kita mengerjakan asal-asalan yang penting cepat selesai, ketika kita mengerjakan tugas, yang penting ngumpul, ketika kita membantu orang, kita tak sepenuh hati melakukannya, dan masih banyak hal lainnya yang menunjukkan bahwa kita kurang memperhatikan suatu kualitas.

Lalu, apa akhir dari semua ini?

Pada akhirnya, orang-orang yang memiliki kualitas rendah tentu saja akan tergusur dan kalau pada orang-orang yang memiliki kualitas yang baik, komitmen yang tinggi, perhatian yang besar. Lalu, mau sampai kapan kita kan terus terpuruk dalam hal kualitas? Tak maukah kita menjadi manusia yang berguna dengan meningkatnya kualitas kita?

Yuk, kita renungkan lalu kita lakukan mulai saat ini.

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

Tuesday, 19 January 2016

Kisah Tentang Sebuah Impian

January 19, 2016 7

Ingat kan ketika dulu kita TK ditanyain sama bu guru:

"Anak-anak, nanti kalau besar mau jadi apa?"

"Dokter bu!"

"Polisi bu!"

"Tentara bu!"

"Kalau aku mau jadi polisi ganteng bu!" *eh

Itulah kita dengan masa kecil kita. Waktu itu kita masih bisa menghayal apapun yang kita inginkan. Menghayal jadi presiden lah, jadi power ranger lah, jadi robocop lah. Tapi, entah mengapa semakin dewasa, semakin umur, semakin pudar juga kepercayaan kita terhadap sebuah impian...
Apakah aku memiliki impian?
Di manakah impian-impian masa kecil kita? Di manakah semua cita-cita, harapan, keinginan besar seorang jenderal yang tertanam pada diri-diri kecil kita?

Mari kita renungkan kembali kawan...

Apakah semakin bertambahnya usia, semakin pula kita menjauh dari impian?

Download aplikasi android Muhammad Zaini DI SINI

Terkadang Kita Terlalu Percaya Pada Ilusi yang Kita Buat Sendiri

 Suatu hari, aku terketuk dengan perkataan Ustadz Felix Siauw di salah satu ceramahnya. Kurang lebih dialognya seperti ini: Ada seorang...

top social

@mzaini30

Follow Me